Kamis, 07 Oktober 2010

Tugas TPKI

Nama : Adilah
NIM : 2009.1121
Semester : 3B
E-mail : adilah_84@ymail.com
Blog : http//adilstai.blogspot.com




Komentar berita

Memang patut diancungi jempol kinerja polisi terutama Densus 88 yang gigih menumpas aksi terorisme. Sudah banyak kejadian tentang berhasilnya Densus 88 menangkap para teroris, yang membuat bom, melakukan bom bunuh diri, sampai otak dari semua kejahatan terorisme itu berhasil ditangkap. Namun banyak yang harus diperhatikan seperti halnya penembakkan yang menyebabkan kematian disaat penggerebekan, karena bisa saja belum pasti orang yang tertembak tersebut adalah teroris. Kemudian juga yang harus diperhatikan adalah salah tangkap dengan dalih dugaan sementara, sebab itu merugikan orang yang terkena salah tangkap tersebut, nama baik orang tersebut menjadi tercemar, kemudian yang perlu diperhatikan adalah kekerasan pada saat penggerebekan, hal itu perlu dikurangi sebab meskipun densus 88 itu tim khusus pemburu teroris tapi tetap saja tidak boleh anarkis sebab hak asasi manusia (HAM) tidak boleh dilanggar.

Terorisme terjadi hampir diseluruh penjuru dunia, termasuk di Indonesia. Terorisme disebabkan oleh banyak hal, seperti kemiskinan, ketidakpuasan atas kebijakkan pemerintah, ketidakpuasan atas kinerja wakil rakyat dan bisa juga disebakan oleh orang-orang yang benci terhadap sesuatu hal semisal orang yang benci terhadap Amerika maka orang tersebut dapat melakukan bom bunuh diri di gedung kedutaan besar (kedubes) Amerika. Orang yang benci terhadap kemaksiatan, hura-hura, maka melakukan pengeboman di tempat-tempat maksiat. Contohnya tragedi bom Bali, sebab Bali dianggap sebagai pulau maksiat sebab banyak tempat hiburan dan pulau Bali sering dikunjungi oleh turis-turis dari mancanegar dan domestik.

Maka setelah meninjau latar belakang terjadinya terorisme, kita tidak bisa sepenuhnya menyalahkan pelaku terorisme, sebab pemerintah juga mempunyai kesalahan, yang seharusnya kesalahan itu perlu diperbaiki sebab hal itulah yang menyebabkan ada orang yang melakukan aksi terorisme.

Solusi yang terbaik adalah pemerintah harus introspeksi diri dan melakukan perbaikan-perbaikan dalam tubuh kepemerintahan, memperbaiki kinerja pemerintah, memperbaiki kinerja wakil rakyat di DPR dan MPR, memberantas korupsi, dan membersihkan sistem hukum dari suap-menyuap. Agar yang salah tetap salah, yang benar tetap benar, jangan sampai yang salah jadi benar dan yang benar disalahkan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar